Aku, dia dan mereka.

Wednesday, February 8, 2012

Jatuh Cinta Lagi


“Kekadang diri ini diajak kawan untuk berbicara mengenai cinta,
Bukan cinta pada-Nya tapi cinta manusia,
Inilah Adam yang perasan tak kena masa,
Tidak sedar antara sifat Hawa,
Tak kira yang ber‘title’ muslimah atau biasa,

Kadangkala terlajak juga dari garisan agama,
Pandang dan melayan kita,
Berkongsi mesej agama,
Ya selamat tidak pernah berjumpa,
Itu hanya di pandangan mata,
Tapi hakikatnya berkhalwat dalam alam maya,
Inilah perangkap halus syaitan durjana,


Bukan ingin berkata apa,
Cuma,
Terkadang rasa sia-sia,
Daripada berbicara mengenai cinta,
Teringat banyak perkara dalam kependekan masa,
Besar kecil dosa,
Dosa kini dan lama,
Yang belum pasti mendapat keampunan-Nya,
Bertambahnya pergolakan ummah,
Bencana alam yang merata-rata,
Tanda memendeknya usia dunia,
Yang menuntut perhatian kita,
Supaya banyakkan istighfar dan bersihkan fikrah,
Anggaplah soal cinta seperti garam gula,
Jangan terlebih atau terkurang dalam merencah,
Mata, telinga dan hati sebagai deria yang menjaga,
Menjaga fitrah daripada fitnah,
Agar hidup menjadi mulia,
Menjadilah seperti insan pilihan-Nya,


Bak Imam Nawawi yang syahid mengejar ilmu sehingga tidak sempat bernikah,
Dan al-Banna yang sibuk bekerja dalam dakwah,
Susah sedikit banyak bahagia,
Inilah ujian sebagai pemuda,
Inilah peritnya menahan rasa cinta.”

“…Adapun orang beriman sangat CINTA kepada Allah…” (Surah
Al-Baqarah 2:165)

No comments:

Post a Comment